Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Di masa ini biasanya para remaja mengalami perubahan hormon pada tubuhnya sehingga di masa ini sering terjadi kelabilan. Di masa ini juga biasanya para remaja mencari jati dirinya atau tujuan hidupnya di masa depan kelak. Para remaja melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan jati dirinya.
Para remaja ini biasanya mencari jati diri mereka dengan cara meniru perilaku orang-orang yang sering mereka lihat di kehidupan mereka sehari-hari, baik yang mereka lihat secara langsung maupun melalui internet. Remaja-remaja ini seakan menganggap semua perilaku yang mereka jadikan panutan sebagai perilaku yang benar. Padahal belum tentu yang mereka contoh itu memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka kelak, justru banyak yang bisa memberikan dampak negatif.
Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku yang bisa membahayakan para remaja :
1. Merokok
Seringkali kita melihat dengan mata kepala kita sendiri bahwaannya banyak sekali anak yang berusia dibawah 18 tahun (usia minimum untuk mengonsumsi rokok) sudah mengonsumsi bahkan dapat dengan mudah membeli rokok. Berbagai macam alasan dapat mereka gunakan untuk mendapatkan rokok tersebut.
Rokok dapat membahayakan kesehatan para pengonsumsinya. Walaupun seperti itu, para pengonsumsi rokok tak peduli akan bahaya itu padahal mereka sudah pasti mengetahui bahaya mengonsumsi rokok dalam jangka panjang. Sekarang bahkan ada inovasi baru dari rokok yang lebih berbahaya daripada rokok tembakau yang sudah beredar luas di penjuru dunia ini, ialah rokok elektrik atau bisa dikenal dengan sebutan vape.
2. Mabuk Minuman Keras
Selain rokok, minuman keras atau miras ini juga berbahaya bagi kesehatan. Bahkan minuman keras jauh lebih berbahaya daripada rokok. Mengapa begitu? Karena minuman keras biasanya mengandung alkohol dan juga bahan-bahan kimia lain yang dapat menberikan sensasi mabuk kepada para peminumnya.
Para pengonsumsi minuman keras ini akan merasakan efek mabuk atau yang sering mereka kenal dengan sebutan "nge-fly" ini setelah mereka meminum minuman keras ini dalam dosis yang lumayan tinggi. Saat mereka sedang dibawah pengaruh minuman keras ini jiwa mereka seakan ditarik menuju alam bawah sadar. Sehingga mereka dapat melakukan hal apapun diluar kesadaran diri mereka, contohnya mencuri, menjambret, hingga menbunuh bahkan memperkosa.
3. Mengonsumsi Narkotika dan Obat-obatan Terlarang
Narkotika dan obat-obatan adalah kepanjangan dari Narkoba. Narkoba biasanya kita kenal sebagai zat terlarang yang dilarang peredarannya oleh pemerintah. Narkoba bisa digunakan untuk pengobatan medis, namun penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dibutuhkan untuk pengobatan tersebut.
Namun, banyak sekali oknum-oknum yang mengedarkan narkoba secara illegal dan mengedarkan narkoba tersebut melalui pasar gelap. Pemerintah telah melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran narkoba ini, tetapi masih banyak kurir-kurir pengedar narkoba yang berhasil lolos dan mengedarkan pada orang-orang, bahkan mereka tak segan-segan mengedarkan narkoba pada anak usia sekolah.
Biasanya narkoba jenis depresan yang banyak di edarkan di pasaran, karena obat-obatan jenis ini dapat memberikan efek tenang bagi para penggunanya. Penggunaan obat-obatan jeni depresan ini seharusnya dalam pengawasan dokter dan dalam dosis yang sesuai kegunaanya.
Mungkin cukup segini dulu informasi yang bisa saya bagikan kepada anda, semoga dapat bermanfaat bagi anda semua. Atas segala kekurangannya saya mohon maaf dan jika ada lebihnya bisa anda ambil saja. Cukup sekian karena saya sudah capek ngetik dan juga otak saya sudah terkuras begitu banyak. Terima kasih atas waktu dan kunjungannya. Dan jangan lupa sering berkunjung ke blog saya. Sampai jumpa lain kesempatan.