Sampah organik adalah sampah yang mudah membusuk sehingga tidak memakan waktu yang lama untuk mengolah sampah tersebut. Beberapa contoh dari sampah organik adalah sisa-sisa makanan, daun, tanaman, kulit buah,dan sampah-sampah lain yang berasal dari alam lainnya.
Sedangkan sampah anorganik adalah jenis sampah yang tidak mudah membusuk dan membutuhkan waktu yang lama untuk membusuk. Beberapa contohnya ialah kertas, kain, busa, plastik, beling pampers, sterofoam, dan sampah lain yang berasal dari bahan yang sulit untuk membusuk.
Dan satu jenis lagi adalah sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Jenis sampah ini merupakan jenis sampah yang berbahaya karena sampah ini mengandung beberapa bahan kimia yang beracun. Contohnya adalah obat bekas, bekas kaleng oli, bungkus obat nyamuk dan beberapa bahan lain yang mengandung bahan kimia berbahaya.
| Kenampakan TPA Jatiwaringin, Mauk, Tangerang | , |
KIta selalu menginginkan lingkungan yang bersih, indah, dan bebas dari sampah.Namun kita sendiri tidak mau ikut serta dalam menangani permasalahan sampah ini. Banyak dari kita yang masih suka membuang sampah sembarangan. Ketika terjadi banjir atau bencana apapun yang melibatkan sampah siapa yang akan kita salahkan? Pasti kebanyakan dari kita menyalahkan pemerintah.
Coba kita balik pertanyaannya, siapa yang membuang sampah sembarangan? Kita. Siapa yang menimbulkan sampah? Kita sendiri. Siapa yang seharusnya disalahkan? Kita. Siapa yang seharusnya disalahkan? Kita. Lalu, apakah kita mau disalahkan? Jawabannya tidak. Mengapa masalah tentang sampah ini bisa timbul? Karena banyak orang yang membuang sampah dan hanya sedikit orang yang mau mengurusnya. Seharusnya jika kita tidak mau masalah sampah ini timbul, maka jika banyak orang yang membuang sampah haruslah ada banyak orang juga yang mengurusnya. Kita yang membuang, kita juga yang bertanggung jawab (Polluter must pay).
Sampah yang menumpuk bisa menjadi sumber bencana alam dan juga menjadi sarang penyakit bagi orang yang tinggal dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berbagai macam penyakit yang ditimbulkan antara lain adalah demam berdarah, typus, diare, gatal-gatal, dan juga tuberkulosis (TBC).
Banyak cara dapat kita lakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang setiap harinya. 3R Plus adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di muka bumi ini. 3R Plus ini terdiri dari reduce, reuse, recycle, dan responsible.
Reduce dapat dilakukan dengan cara sebisa mungkin kita mengurangi sesuatu yang dapat menimbulkan sampah. Contohnya dengan menggunakan botol minum atau tempat makan yang bisa digunakan berulang kali pakai dan meminimalisir penggunaan kantong plastik saat berbelanja..
memiliki nilai jual. Contohnya mengolah sampah organik menjadi kompos (pupuk) dan mengolah sampah-sampah anorganik menjadi barang yang berguna.Selanjutnya ada recycle. Recycle adalah memanfaatkan kembali sampah setelah mengalami proses pengolahan. Recycle juga berarti mendaur ulang sampah menjadi barang yang
Yang terakhir adalah responsible. Responsible adalah kesadaran atau kemauan untuk melakukan sebuah kegiatan. Dalam melakukan suatu hal pasti memerlukan kesadaran. Bagaimana melakukan sebuah aktivitas tanpa adanya keadaran dalam diri kita untuk melakuan hal tersebut?
Kegiatan 3R Plus ini tidak hanya mengurangi volume sampah di muka bumi ini. Kegiatan ini juga memiliki hasil lainya, yaitu :
~ Tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam pengolahan sampah dan kebersihan lingkungan
~ Sampah terkelola dengan baik.
~ Lingkungan menjadi indah, bersih, dan sehat
~ Memberikan lapangan pekerjaan
~ Mengurangi pencemaran air, tanah, dan udara
~ Nilai plus untu LSS / ADIPURA / Program KKS / ADIWIYATA
Saya pikir itu udah cukup untuk kali ini. Saya harap ini bermanfaat. Sekian dari saya dan terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar